Minggu, 06 Januari 2019

5 Milyar Perbulan

Mau tahu kenapa masalah engga sesesai-selesai ? Rumah tangga tidak bahagia ? Penghasilan segitu-gitu saja? Hutang semakin menumpuk dan  tidak segera lunas ? Anak-anak mulai ngga ada hormatnya kepada yang lebih tua bahkan sudah berani melawan orangtua? Penyakit kronis yang lama mengidap dan bersarang didalam tubuh tak kunjung sembuh? Tetesan air mata kesedihan yang tak berkesudahan? Jodoh yang tak kunjung datang untuk meminang ?
Kenapa sih hidup ini semakin sulit ?

Seperti itulah keluhan semua manusia pada dasarnya tidak jauh berbeda, antara si kaya dan si miskin.  Hanya kapasitas pikiran dan ketenangan jiwalah yang membedakan bagaimana cara pandang tiap-tiap manusia itu sendiri didalam menghadapi persoalan hidupnya yang datang bertubi-tubi dan silih berganti.

Siapa yang mau mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya, katakan saya !

Siapa yang mau keluarganya sakinah mawaddah warrahmah, katakan saya !

Siapa yang mau cepat lunas hutang, katakan saya !

Siapa yang mau mendapatkan rezeki tak terbatas, katakan saya !

Siapa yang mau mendapatkan pasif income 100jt perbulan, katakan saya!

Siapa yang mau mendapatkan 5Milyard perbulan, katakan saya!

Tidak ada cara paling mudah untuk merubah nasib kecuali Disiplin Kata.

Sabtu, 05 Januari 2019

Air Mata jadi Berlian

Semenjak suamiku pergi meninggalkan kami untuk selama-lamanya kepangkuan Illhi Rabbi, suasana hidupku langsung berubah total. Isi rumah yang biasanya penuh canda tawa dan senyuman indah serta  lantunan hafalan ayat-ayat Al-Qur'an, kini berubah jadi sunyi dan sepi. Anak-anak balitaku yang dulu suka bernyanyi-nyanyi riang penuh gembira, kini tak lagi bernyanyi. Hati kami masih diselimuti penuh duka dan airmata, yang sepertinya tak kunjung  berkesudahan. Anakku selalu bertanya kemana Papahnya pergi dan kenapa sudah malam hari tapi Papah tidak juga segera pulang? Papah di mana dan Papah sedang apa? 

Aku hanya bisa terdiam sejenak sambil berlinang airmata, mulutku komat kamit berdoa meminta kekuatan sama Allah seraya memeluk mereka satu persatu dan memberikan jawaban bahwa papah itu harus bekerja untuk membeli susu kalian. Agar mereka tenang dan merasa terhibur hatinya. Ya Rabb... sampai kapan hamba harus menutup-nutupi semua ini?

Hari berganti minggu, bulan berganti tahun, pertanyaan dari anak-anakku yang masih polos itu selalu sama yaitu: mamah, di mana papahku? Kemana papahku pergi? Papahku sedang apa? Dan kapan papahku pulang?

Hatiku terasa teriris, akupun menangis segera kupeluk erat anak-anakku. Papah tidak kemana-mana sayang, papah selalu ada disekitar kita, papah selalu melihat kita, tapi kitalah yang tidak bisa melihat papah. Papah sudah dipanggil sama Allah karena tugas papah sudah selesai. Sekarang mamahlah yang harus melanjutkan semua tugas-tugas papah. Seperti bekerja untuk mendapatkan penghasilan, agar bisa membeli susu, kue dan makanan untuk kalian, memasak dan mencuci baju kalian, mengantarkan dan juga menjemput kalian sekolah.

Dalam hal ini, untuk menjelaskan kematian seseorang kepada anak-anak yang masih balita memang tidak mudah, apalagi yang meninggal adalah sosok figur seorang ayah yang sudah sangat dekat dengan mereka. Tapi saya tetap berusaha menjelaskannya dengan bahasa anak-anak sebagaimana, ada jenis kelamin laki-laki pasti ada juga perempuan, ada orang dewasa pasti ada juga yang masih anak-anak, ada siang pasti ada malam, ada panas pasti ada hujan, ada sakit pasti ada sehat, ada kehidupan pasti ada kematian, sampai mereka paham bahwa papahnya itu sudah tidak bisa lagi mendampinginya dalam keseharian sehingga meraka paham betul apa yang harus mereka lakukan yaitu mendoakan orangtua adalah salah satu pengobat rindu antara anak dan orangtua.

Sementara itu saya memutuskan untuk bekerja serabutan. Bangun pagi-pagi belajar membuat makanan untuk di jual dari warung kewarung sekitar  rumah sampai kantin sekolah. Bila sore hari sy mengajar Pivat anak-anak sekolah dari rumah ke rumah. Dan kalo malam saya belajar menjahit sampai menerima orderan pesanan kaos yang di modifikasi dengan kain Flanel.

Masya Allah.....
Selama dua tahun penderitan dalam hidupku tidak hanya sampai disitu, ternyata penghasilanku dari hasil kerja kerasku tidak pernah bisa mencukupi biaya kebutuhan hidup. Jangankan untuk membeli susu buat anak-anak, untuk membeli sayuran dan beras saja kadang-kadang masih kurang. Satu-satunya jalan adalah saya tidak boleh makan 3 kali dalam sehari. Supaya uangku cukup untuk membayar biaya sekolah anak-anak dan bisa membayar kontrakan maka saya harus makan 1 kali dalam sehari. Lalu ya Allah.... lalu sampai kapan hidupku seperti ini ? 

Sejak saat itu saya mulai rajin merutinkan sholat Tahajut di sepertiga malam, lanjut sholat Witir dan tidak lupa saya awali dengan sholat Taubat.
Saya minta ampun sama Allah jika selama ini saya memiliki dosa, baik yang tampak maupun yang tidak tampak. Mungkin selama ini saya belum bisa berbakti kepada orangtua, mungkin sejak saya hidup bersama suami saya kurang bersyukur kepada Allah, mungkin selama ini saya jarang bersedekah, mungkin selama ini saya jarang mengaji. Mungkin selama ini saya tidak pernah membayar zakat atas penghasilan suami. Dan masih banyak kemungkinan-kemungkinan yang lainnya sehingga Allah mengujiku dengan hidup yang penuh penderitaan dan kesulitan. Banting tulang kerja keras siang malam untuk membesarkan anak-anakku tanpa  seorang suami sebagai pendamping  dalam kehidupanku sehari-hari itu rasanya sangat melelahkan sekali. Sangat menguras tenaga, pikiran dan air mata, hingga berujung sakit yang harus di rawat di rumah sakit seorang diri. Rasanya ingin mengakhiri semuanya tapi bagaimana dengan malaikat-malaikat kecilku nanti ? 

Mencoba menata hati, berusaha  intropeksi diri dan melihat jauh kedepan maka kuputuskan mulai sejak saat itu, saya harus bekerja lebih  keras lagi, harus lebih giat lagi, kecuali hari jum'at. Khusus hari jum'at saya fokuskan untuk beribadah kepada Allah SWT dengan cara mencari ilmu agama dan menambah pundi-pundi pahala melalui guru-guru ngaji di berbagai kajian. Setiap aku punya rezeki lebih maka aku akan berusaha menunaikan Zakat dan Infaq Shodaqah sebagai amal jariah. Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosaku yang telah lalu maupung yang akan datang.

Seperti yang tertulis di dalam Al-Qur'an  yaitu: (Al-'A`rāf):156 - (Tempat yang tertinggi) Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman: "Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami".

Dan janji Allah itu benar. Keajaiban itu nyata. Mukjizat Nabi Muhammad itu ada dan faktanya diwariskan kepada semua umatnya yaitu Al-Qur'an yang sekarang ini ada dalam genggaman kita, yang selalu kita simpan di hati masing-masing. Lantunan ayat-ayatnya yang menenangkan bisa dibaca dan kita dengarkan setiap harinya. Kisah-kisah dalam Al-Qur'an bukan sekedar untuk dinyanyikan tetapi untuk dipraktekkan.

Diawali dengan mengerjakan sholat wajib tepat waktu, rajin berdzikir dan bersholawat  ditambah sholat sunnah Taubat, Tahajjud, Witir dan Dhuha serta menghidupkan masjid dengan cara sholat berjama'ah. Kemudian saya paksakan diri dalam menginfaqkan sebagian harta disetiap harinya melalui kaleng-kaleng kencleng di dalam rumah sendiri. Dan setelah kenclengnya penuh barulah saya serahkan ke Masjid atau pondok pesatren. Semata-mata saya lakukan untuk mendapatkan ampunan Allah SWT dan Ridho-Nya.

Beberapa bulan kemudian kutemukan keajaiban demi keajaiban dalam kehidupanku. Alhamdulillah.... Satu persatu Allah kabulkan permohonanku dari ketenangan hati  sampai bisa memiliki motor sendiri, meski dalam keterbatasan ekonomi, alhamdulillah Allah pertemukan anak-anakku dengan pemilik Sekolah Madrasah International yang sangat terkenal di kota Depok dan dengan kuasa Allah pemilik sekolah mengijinkan anak-anakku bs sekolah disana sampai lulus SMP dengan biaya yang sangat terjangkau. Rasa syukurku bertambah pada saat pemilik sekolah mengijinkan dan memperbolehkan saya menitip makanan di kantin sekolah. Sehingga tidak sia-sia saya belajar membuat kue dan makanan lainnya. Allah sungguh-sungguh menetapkah rahmat-Nya kepada orang-orang yang benar-benar bertaqwa. Tidak lama kemudian saya mendapatkan hadiah rumah dari Pimpinan yayasan yang ada diperusahaan Swasta, yang ada di kota Jakarta berikut sertifikatnya.

Terima kasih ya Allah atas semua nikmat yang telah Engkau berikan kepada hamba dan anak-anak hamba.
Ya Allah... hamba mohon balaslah semua kebaikan-kebaikan orang-orang yang telah berbuat baik kepada hamba dengan perkalian lipat-Mu.
Aamiin YRA 

Jumat, 04 Januari 2019

Sambut tahun baru 2019 dg kehadiran buku yg Spectakuler, berisikan pengalaman nyata dr para *Trainer Magnet Rezeki* dlm mempraktekan ilmu Magnet Rezeki yg tlh mengubah kehidupan ribuan orang.
Sambut tahun baru 2019 dg kehadiran buku yg Spectakuler, berisikan pengalaman nyata dr para *Trainer Magnet Rezeki* dlm mempraktekan ilmu Magnet Rezeki yg tlh mengubah kehidupan ribuan orang.

Kamis, 03 Januari 2019

Ust.Adipura

Harga perpecahan itu mahal
Lihat Mesir, Bahdat.
Hati yg terluka tdk mudah terobati.
Apa sih keinginan Allah ?
1. Bhineka...
2. Para pendiri bangsa berasal dr para santri
Tp mereka tdk ngotot ttg

Rabu, 02 Januari 2019

Tugas

Setahun dua tahun kujalani hidup bersama dengan ketiga putraku tanpa seorang imam dalam rumah tanggaku. Membesarkan dan menyekolahkan mereka sekuat dan semampuku. Sekarang adalah tahun kesebelas di mana aku memilih tinggal di kota Depok.  Menjadi single parent yang merawat anakku dengan sepenuh hati dan cinta meski dalam ketidaksempurnaan, karena kita semua tidak akan pernah tahu kapan waktu untuk kita berhenti, kenangan-kenangan indah tidak akan terulang lagi.

Keseharian seorang ayah yang selalu mengantarkan anak-anaknya tidak lagi  tampak dalam pandangan mata saya.

Banting tulang mencari nafkah seorang diri sudah menjadi rutinitas. Demi bisa menyekolahkan anak dan menghidupi mereka adalah tanggung jawabku sebagai ibunya. Tumbuh kembang anak bukan hal yang bisa ditunda dan diulang, itulah sebabnya aku memilih hidup mandiri dikota ini bersama mereka bertiga, sehingga jika sewaktu-waktu anakku membutuhkanku maka aku akan selalu ada di dekatnya. Alhamdulillah sekarang sedikit demi sedikit saya mulai bangkit. Mengajar privat anak-anak SD sampai SMP,  Membangun usaha kecil-kecilan termasuk jualan online. Alhamdulillah semua berjalan dengan baik. Biarpun modal usaha saya ini kecil tapi yang paling penting bagiku adalah rezeki halal. Aku yakin Allah selalu menolongku seperti yang di jelaskan dalam kitab suci Al-Quran bahwa sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Selasa, 01 Januari 2019

Tambatan Hatiku telah Pergi

Pernahkah kalian merasa bahagia dalam lingkungan rumah tangga, hidup nyaman  bersama dengan seorang suami yang sabar, sholeh, tampan lagi penyayang?

Iya, saya pun pernah merasakannya setelah saya menikah dengan suami yang sholeh dan tinggal di sebuah rumah kontrakan yang berbentuk petak. Alhamdulillah kami dikaruniai 3 jagoan kecil, lincah, lucu dan sangat menyenangkan sekali. Berjalannya waktu, kami mulai menabung sedikit demi sedikit untuk mewujudkan cita-cita kami berdua agar bisa memiliki rumah sendiri yang jauh lebih besar.

Saat itu suamiku sebagai kepala rumah tangga bekerja disebuah Perusahaan  BUMN ternama di kota Jakarta dan aku sendiri sebagai ibu rumah tangga yang sibuk mengurus suami dan anak-anak di rumah.

Kebahagiaanku lahir dari rasa syukurku karena Allah SWT sudah memberiku jodoh yang terbaik untukku, memberiku tiga anak dan alhamdulillah rezeki yang selalu cukup.

Meski kadang kenyataan tak seindah impian. Ada juga badai yang harus kami hadapi disepanjang perjalanan biduk rumah tangga yang tak mungkin bisa kita hindari karena adanya perbedaan pendapat antara saya dan suami. Akan  tetapi hal itu masih bs kami lalui dengan keyakinan bahwa bertengkar adalah salah satu cara komunikasi khususnya untuk kami dalam menyatukan dua hati yang berbeda. Dengan catatan selama pertengkaran itu semata-mata kearah menuju kebahagian lahir dan batin dalam satu ikatan cinta kasih sayang yang saling mendewasakan.

Suka duka kami lalui bersama selama masa pernikahan di 5 tahun pertama. Seperti halnya perbedaan pendapat, visi dan misi dalam mewujudkan kebahagiaan dalam perkawainan antar dua insan yang berbeda usia, berbeda latar belakang, serta situasi yang kadang menguras emosi dan air mata namun berujung bahagia. Kuncinya hanya satu yaitu kata SALING. Saling adaptasi, saling memahami dan saling introspeksi diri serta saling mensupport apapun yang di lakukan oleh pasangan kita dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Kebahagiaan hidup itu tak bisa di beli tapi bisa diciptakan dengan adanya rasa syukur. Dan aku sangat bersyukur sekali memiliki seorang suami yang sabar, tampan, sholeh lagi penyayang, ditambah karunia Allah berupa tiga malaikat kecilku yang bernama Rio, Tio dan Leo. Kehadiran mereka bertiga semakin menambah kebahagiaan dalam rumah tangga yang aku nikmati bersama suami tercinta.

Jagoanku yang pertama sudah minta sekolah, padahal waktu itu baru berumur dua tahun lebih dan ayahnya menyetujuinya untuk masuk ke Playgroup. Jadi setiap pagi ayahnyalah yang dengan senang hati selalu mengantarkannya pergi kesekolah sekaliyan berangkat kerja. Bgitu setiap harinya sampai anakku yang pertama naik ke kelas TK A. Setiap hari sayalah yang menjemput anak pulang sekolah, kami selalu menyanyikan lagu anak-anak dilanjutkan latihan menghafal Al-Qur'an terutama Juz'amma. Hidupku menjadi terasa sempurna.

Wahai kawan.... katanya roda bumi ini  selalu berputar, kadang diatas dan kadang di bawah. Kadang kita bahagia dan kadang ada air mata.

Pernahkah kalian menangis dan sedih karena beban beratnya hidup yang harus dilalui ?
Pernahkah kalian menangis dan berlinang airmata dan merasa tak berdaya?
Pernahkan kalian menangis, merasa berputus asa dan hampir menyerah?

Saya pun pernah mengalaminya, disaat-saat seperti itu. Tepatnya saat kepergian almarhum suami yang selama ini menjadi tambatan hati. Sedangkan anak-anak masih di balita halus dan lembut-lembutnya. Masih butuh kasih sayang dari kedua orangtuanya. 

Malam itu tak ada angin tak ada hujan, suamiku tiba-tiba sakit dan mengeluh.  Merasa capai dan lelah dengan nafas yang berat. Sementara tak banyak yang bisa aku lakukan kecuali membawanya ke rumah sakit. Berharapan besar suami sgera mendapatkan pertolongan dan kondisinya lekas pulih agar bisa pulang ke rumah dalam keadaan sehat kembali seperti sediakala.

Tapi.... Kesehatan suami malah semakin memburuk. Pagi itu dipindah keruang ICU untuk mendapatkan pertolongan yang lebih intensif. Baru hari ketiga, namun ternyata Allah lebih sayang padanya. Saat itu dunia terasa runtuh, awan terasa gelap dan bumi terasa berhenti berputar. Airmataku pecah tak tertahankan lagi. Tak ada kata-kata yang dapat menggambarkan kesedihan seorang istri yang sedang ditinggal pergi oleh suaminya untuk selama-lamanya.

Setahun dua tahun kujalani hidup bersama dengan ketiga putraku tanpa seorang imam dalam rumah tanggaku. Membesarkan dan menyekolahkan mereka sekuat dan semampuku. Sekarang adalah tahun kesebelas di mana aku memilih tinggal di kota Depok.  Menjadi single parent merawat anakku dengan sepenuh hati dan cinta kasih sayang meski dalam ketidaksempurnaan, karena kita semua tidak akan pernah tahu kapan waktu untuk kita berhenti, kenangan-kenangan indah tidak akan terulang lagi.

Keseharian seorang ayah yang selalu mengantarkan anak-anaknya tidak lagi  tampak dalam pandangan mataku. Keceriaan hidupku tak seperti dulu lagi.

Banting tulang mencari nafkah seorang diri sudah menjadi rutinitas dalam keseharianku. Menyekolahkan anak dan menghidupi mereka adalah tanggung jawabku sebagai ibunya. Tumbuh kembang anak bukan hal yang bisa ditunda apalagi diulang, itulah sebabnya aku memilih hidup mandiri dikota ini bersama mereka bertiga, sehingga jika sewaktu-waktu anakku membutuhkanku maka aku akan selalu ada di dekatnya.

Alhamdulillah sedikit demi sedikit saya mulai bangkit. Mulai dari pekerjaan mengajar privat anak-anak SD sampai SMP,  Membangun usaha kecil-kecilan termasuk jualan online. Alhamdulillah semua berjalan dengan penuh pembelajaran bagiku. Biarpun modal usaha saya ini kecil tapi yang paling penting bagiku adalah rezeki halal. Aku yakin Allah selalu menolongku seperti yang di jelaskan dalam kitab suci Al-Quran bahwa karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabiala kamu telah selesai dari sesuatu urusan kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah kamu berharap.
Qs. Ash-Sharh (94) ayat:  5-8

Keajaiban Mendoakan

KEAJAIBAN MENDOAKAN

Pingin share testimoni mengenai pengalaman hidup yang pernah saya alami dalam kehidupan sehari-hari setelah saya mengenal ilmu magnet rezeki tapi ternyata jujur hati dan perasaan saya ini masih bingung bagimana cara menulisnya.  Menulis dan merangkai kata-kata apalagi kalimat demi kalimat dari peristiwa yang pernah saya alami itu memang bener-bener tidah mudah.

Berawal dari sebuah penawaran buku. Sy sengaja memberanikan diri menawarkan buku RMR kepada sebuah perusahaan swasta di daerah jakarta. Pikir saya simple ... seandainya saja pemilik perusahaan dan karyawan bisa membaca dan mempraktekkan isi buku RMR yg saya jual ini,  tentu perusahaan tersebut bisa dahsyat dan pastinya bisa keren sekali. 💪💪🤗

Alhamdulillah akhirnya pimpinan perusahaan,  sebut saja namanya Bapak A bersedia membeli 6buku RMR.  Katanya sih buku-buku itu akan di bagikan kepada karyawan-karyawan pilihannya.

Singkat kata karena saya hanya di beri waktu 10menit oleh pihak  kantor dlm pertemuan jual beli buku RMR tesebut maka saya hrs segera meninggalkan ruangan dan pamitan sambil menyerahkan sepotong kertas kecil yg berisi no WhatsApp,  berharap kedepannya beliau mau membeli buku-buju atau barang dagangan saya yang lainnya. 

Hari berganti hari, seperti hari-hari biasanya saya kalo pagi-pagi salalu bikin makanan untuk di titipkan ke kantin Sekolah Dasar. Dan waktu itu sudah hari ke 3 tapi kok dagangan saya ngga laku ya dan malah selalu nyisa terus.😭😭😭
Jangankan dapat keuntungan, utk balik modal saja sepertinya tdk mungkin.

Siang itu saya pulang dari kantin naik motor, air mata terus mengalir begitu derasnya tapi karena muka saya ketutup dengan helm, jadi tidak ada yg tahu kalo hati saya sebenarnya sedang sedih dan galau tingkat tinggi. Dalam hati bergumam sendiri, ya Allah....modal dagangan stiap harinya 100rb-an dan berharap bs untung 30rb sampai 50rb agar aku bs beli beras dan kebutuhan yg lainnya. Ya Allah... Engkau Maha tahu kalau hamba-Mu ini single parent. Ya Allah ya Tuhanku... rasanya hamba lelah sekali kalo kondisinya terus menerus sprt ini 😭😭😭.

Ya Allah... hamba sdh berusaha semaksimal mungkin tapi kok rasanya tdk mudah ya untuk saya bisa tersenyum sumringah seperti kawan-kawan yang ada di luar sana. Ya Allah ... kumohon... ampunilah aku dan sambil mendoakan orang-orang yang saya lihat disepanjang jalan, disana ada tukang siomay, tukang bakso, tukang buah, tukang bubur ayam, tukang cilok, tukang sapu yang menjajakan dagangannya berupa sapu dan sebagainya. Mereka saya do'akan semoga dagangannya laris manis dan semakin berkah hidupnya. Entah kenapa airmata ini tidak juga mereda, tiba-tiba saya teringat ucapan seorang Ustadz sekaligus trainer ternama di Indonesia yaitu (Ustadz Nasrullah) di dalam trainingnya maupun camp'nya beliau selalubbilang bgini:

*Bersyukur atas musibah adalah salah satu Kunci menjadi Magnet Rezeki* 

*Istigfar juga trmsk kunci Rezeki* 

Saat itu juga segera saya buru-buru beristighfar. Astagfirullahaladzim ampuni hamba ya Allah karena baru saja mengeluh soal dangangan yg merugi. Ya Allah ... hamba bersyukur pada-Mu karena Engkau masih terus memberiku kenikmatan yg luar biasa dahsyat...hamba sekelurga sehat, selamat dan hamba masih bs melihat dunia dan seisinya, hamba masih bs naik motor, hamba masih bs makan dan masih bisa jualan buku RMR dan lain-lain. Saya terus mencari kata untuk bisa pandai-pandai bersyukur dalam keterbatasan. 

Setelah airmata ini kering, saya langsung mampir ke sebuah toko untuk belanja bahan-bahan makanan guna persiapan dagang esok pagi. Kemudian saya membuka Hp untuk melihat jam, karena saya harus kerja cepat,  mengingat pekerjaan dirumah sebagai ibu rumah tangga sudah setia menunggu. Tiba-tiba layar Hp nongol tulisan begini: Saya tunggu anda dikantor hari ini dan kalo bs sekarang juga!

Oh My God🤔🤔🤔
Ada apa gerangan memanggil saya? Seorang pimpinan perusahaan memanggil saya, padahal sy bukan karyawannya. Langsung sy balas chat nya: apakah Bpk mau membeli Buku RMR sy lagi dan berapa jumlahnya pak, biar nanti sy bw sekaliyan pas ke kantornya Bpk. Tak ada jawaban.

1 jam kemudian sy sdh tiba di kantor dan menemui Bpk.A.

Beliau bilang trmksh karena sudah menawarkan buku RMR. Saya bilang: Bapak jangan berterima kasih kepada saya, sebaiknya Bapak berterima kasihnya kepada penulis buku RMR yaitu pak.Ustadz Nasrulah. Lalu beliau bertanya lagi siapa pak.Ustadz Nasrullah itu?  

Kemudian satu persatu saya jelaskan siapa itu sosok pak.Ustadz Nasrullah termasuk Chanel Telegramnya yang pengikutnya sudah mencapai hampir 90rb Follower. Krn Bpk A juga seorang trainer maka langsung cepat tanggap dan paham betul tentang training dan apa itu Camp. Beliau langsung bertanya kepada saya...
Berarti Anda pernah ikut training Magnet Rezeki? Saya jawab: Pernah pak!
Trus.... Apakah Anda juga pernah ikut camp nya? Pernah pak! Itu karena ada yg mbayarin pak✌😃😃😃 

Tp saya belum pernah ikut TFT pak! Mehong pak, 2,7jt pak! Bapak kan tahu siapa saya😂✌?  (Dalam hati bergumam padahal saya pingin banget, minimal kan ilmunya bisa saya pakai untuk ngajarin anak-anak saya sendiri dan sebagai jawaban untuk teman-teman saya yang suka curhat bla...bla..bla... tentang  ini dan itu).  🙈🙈🤗😊

Beliau nanya lagi, Apa sih TFT itu ?
Hehehe 😃😃😃 kali ini saya bisa menambah senyum yang lebih  lebarrrrr lg💪😁😃
Pelan-pelan saya jelaskan kepada beliau tentang TFT yang ada di Chanel Telegramnya pak.Nas dan beliau malah saya anjurkan utk segera join.

Tiba2... ujug2 makbedunduk... Suddenly.....😁😁😁 
Beliau menyerahkan amplop tebal dan berkata:  uang ini sedekah dr saya untuk anda. Anda harus ikut TFT dan ilmunya bisa anda jadikan sebagai modal dasar dalam  membesarkan dan mendidik anak-anakmu di kemudian hari. Selalu jaga diri dan jangan mudah tergoda rayuan laki-laki karena tidak semua laki2 bisa bertanggung jawab.
Itu pesan beliau setelah mengijinkan saya untuk pulang kerumah. 

Semoga Allah membalas kebaikan Bpk.A dengan perkalian lipat-Nya. Aamiin 

Al-Fatehah. 

Ya Allah .... bahagiakan dan muliakanlah pak.Ustadz Nas sklg di dunia hingga akherat, karena dengan ilmu MR nya saya selalu mendapatkan kejutan demi kejutan yg luar biasa dahsyatt.