⏰Waktumu Kau Habiskan Untuk Apa?✨
✍Ust. Najmi Abu Bakar hafidzuhulloh
Umur / waktu merupakan nikmat dr Allah SWT yang akan diminta pertangungjawabannya.
Nikmat2 dr Allah harus kita syukuri. Cara bersyukur : semakin taat atas perintah Allah dan semakin menjauhi larangan2nya.
Waktu/masa/jaman merupakan makhluk, yang diciptakan dan dimuliakan oleh Allah.
(Al-`Aşr):1 - Demi masa.
(Al-`Aşr):2 - Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
(Al-`Aşr):3 - kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Waktu adalah nikmat yang harus kita syukuri bahkan melebihi harta yg kita miliki.
Apakah kita menjalani waktu di dunia ini utk hal2 yg tidak berguna? Yang tidak menambah ilmu, bukan utk beribadah, tidak menambah keyakinan dan keimanannya? Maka itulah orang2 yang merugi, bahkan termasuk lebih buruk/dahsyat drpd kematian.
Orang2 yang menyia2kan waktunya akan terputus dr Allah dan negeri akhirat. Adapun kematian sekedar memutuskan engkau dr dunia dan para penghuninya saja.
Kematian yang selama ini kita takutkan ternyata tidak lebih dahsyat dibandingkan menyia2kan waktu.
Waktu itu ibarat pedang. Kalau engkau tidak menebas pedang tsb maka niscaya pedang tsb yg akan menebas dirimu sendiri.
Bukan tidak boleh kita beristirahat, refreshing, dll.. namun sebagian besar waktu kita HARUS dihabiskan utk beramal sholeh (dtg ke majelis ilmu, beribadah, bershodaqoh, membaca al quran, dll). Karena kehidupan kita di dunia adalah utk mempersiapkan diri sebaik2nya utk kehidupan di akhirat.
Sesungguhnya amalan itu bagaimana akhirnya. Lebih dulu ngaji, lbh dulu berhijrah, dll, tidak ada jaminan bahwa mereka akan lbh baik dibandingkan dgn mereka yg mendapat hidayah belakangan.
Terkadang org yg lbh dulu mendapat hidayah serigkali merasa cukup dgn ilmunya, merasa sudah baik imannya, maka merasa tidak perlu lg dtg ke majelis ilmu, tdk mau lg belajar. Mereka itulah orang2 yg tertinggal.
Hakekat panjang umur : al imam asy syafii -> meninggal di usia 54 th, namun manfaat dr ilmu-nya dapat kita rasakan sampai sekarang.
HR Tarmidzi :
Rasulullah bersabda :
kelak ada 4 pertanyaan yg akan dihadapi di akhirat, tidak akan bergeser kaki seorang sampai ia ditanya 4 perkara ini (baik utk muslim ataupun kafir) :
1. Waktunya. Untuk apa dihabiskan selama di muka bumi?
2. Ilmunya. Ilmu yg telah diketahui, apakah sudah diamalkan atau blm?
3. Hartanya. Dari mana dan kemana dia habiskan?
4. Jasad/tubuhnya. Capek lelah letihnya karena dan untuk apa? Apakah untuk, dan karena Allah, ataukah utk dunia?
Dan kamu PASTI akan ditanya apa yg kalian kerjakan selama di dunia.
Tujuan kita hidup di dunia sudah JELAS untuk beribadah.
Dan kita PASTI akan meninggal dunia dan PASTI akan diminta pertanggungjawaban.
Ada 2 nikmat, manusia akan merugi jika tidak memanfaatkan 2 nikmat tsb :
1. Nikmat sehat
2. Nikmat waktu luang
Bnyk yang merugi/tertipu dgn menyia2kan 2 hal ini. Merekalah org2 yg merugi di dunia dan akhirat.
Seringkali org yg punya wkt luang, namun tidak mau dimanfaatkan utk beramal sholeh dan beribadah.
Orang yang sehat, seringkali tidak melakukan ibadah dan baru menyadari nikmat sehat tsb ketika sakit. Sudah terbatas kemampuan fisiknya utk beribadah dgn maksimal.
Hadits -> Rasulullah bersabda, manfaatkan dtgnya 5 perkara sblm dtgnya 5 perkara yg lain :
1. Manfaat waktu hidupmu sblm dtg wkt kematianmu
2. Manfaatkan masa sehatmu sebelum dtgnya sakit yg kamu hadapi
3. Manfaatkan masa kesempatan/waktu luangmu sebelum dtgnya kesibukanmu
4. Manfaatkan masa mudamu sebelum dtg masa tuamu
5. Manfaatkan masa kayamu sebelum dtg masa miskinmu
Imam Hambali -> belajar/memahami/mendalami/ menuntut ilmu islam, kewajiban ini melebihi kebutuhan kita utk makan, sama seperti bernafas, setiap saat.
Satu2nya yang ikut bersama kita ke dlm alam kubur : amal sholeh. Harta dan keluarga akan kita tinggalkan di dunia.
Mumpung punya waktu dan sehat, amalkan amal sholeh, beribadah, belajar, jangan pernah merasa memiliki ilmu yg cukup.
Seorang muslim akan lbh pelit thd waktu dibandingkan thd hartanya. Seorang muslim tidak boleh pelit harta, namun harus perhitungan dgn waktunya.
Kita semua mengaku muslim. Namun apakah kita termasuk seorang muslim yg benar dan baik?
Rasulullah bersabda : Diantara baiknya islam seseorang, adalah dia yg akan meninggalkan apapun (perkataan/perbuatan) yg tidak bermanfaat bagi dirinya.
Lakukan semua wkt kita hanya utk Allah, maka akan terhitung sbg ibadah. Semua diniatkan hanya utk Allah.
Jangan pernah merasa cukup thd ilmu, keimanan dan amalan kita. Ini yang akan membuat kita mjd org2 yg merugi.
Bekerjalah secukupnya, jgn sampai waktumu bekerja mengalahkan waktu utk beribadah, belajar ilmu islam, dan beramal sholeh.
Menuntut ilmu islam itu hukumnya wajib. Aqidah, ibadah, muamalah, akhlak, dll, kita HARUS tahu ilmunya. Jgn sampai salah dalam melangkah. Karena ini menyangkut panduan dalam keselamatan dan kebahagiaan kita masing2.
Jgn merasa terlambat utk menuntut ilmu. Bersungguh2lah dlm belajar ilmu islam.
Allah mengampuni seseorang krn dia berjuang dan bersungguh2, krn punya tekad dan niat yg kuat.
Allah tdk akan merubah kondisi seseorang sampai seseorang tsb merubah dirinya sendiri.
Jangan sampai kita menyesal belakangan :
(As-Sajdah):12 - Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin".
Demi Allah ini akan terjadi. Karena ini adalah firman Allah. Allah tidak mungkin berdusta.
Waktu adalah amanah. Waktu adalah nikmat. Waktu adalah bekal.
Ilustrasi :
Jika usia seseorang 60th, dia habiskan wktnya utk :
Tidur 8 jam/hr -> 20 tahun
Bekerja 8 jam/hr -> 20 tahun
Sebelum baligh -> 15 tahun (belum ada dosa)
Makan dll -> krg lbh 3 tahun
Berapa waktu yg kita habiskan utk ibadah? Dari sisa 2 tahun, berapa bnyk ibadah kita yg ikhlas karena dan untuk Allah? Yang sesuai tuntunan rasulullah tanpa bid'ah? Berapa sisanya? Berapa bulan atau berapa hari?
Sesungguhnya kita akan kembali kepada Allah dgn bekal dan amal yg sangat sedikit. Lalu kita berharap akan masuk surga? Betapa malunya kita. Masih berharap mendapatkan nikmat kubur dan meninggal dalam keadaan husnul khatimah? Masya Allah..
Cobalah mengevaluasi diri kembali. Waktu yg kita habiskan akan menentukan apakah kita mendapatkan cinta dan ridha dr Allah atau tidak.
Jgn pernah merasa cukup. Krn akan membuat kita merasa tidak termotivasi untuk menambah ilmu dan keimanan kita. Batasan menuntut ilmu adalah sampai kita meninggal dunia. Sesungguhnya tidak menuntut ilmu adalah salah satu dosa besar.
Hilangnya waktu dgn sia2 merupakan musibah. Waktu tidak akan kembali. Tidak bisa kita ulangi lagi. Bersedihlah ketika waktu kita dihabiskan dgn sia2. Ketika waktu demi waktu kita lalui namun tidak menambah keimanan, ilmu, dan amal sholeh kita.
Allah subhanahuwata'ala berfirman : Telah beruntung orang2 yg beriman. Yaitu org2 yg khusuk ketika sholat, dan orang2 meninggalkan perkataan dan perbuatan yg tidak bermanfaat.
Janganlah kita menjadi org2 yg merugi dan melampaui batas. Adapun org2 yg melampaui batas adalah org2 yg merasa cukup dan lbh mementingkan kehidupan dunia, maka nerakalah tmpt tinggalnya. Adapun org2 yg memiliki rasa takut kpd Allah, mampu menahan diri dari hawa nafsunya, maka baginya surga dan kenikmatan tiada tara.
Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar