Suara Hati Walisantri
(Hal kesungguhan hati orangtua yang anaknya di pondok pesantren)
Oleh: Risnaldi Sikumbang
(Walisantri yang 2 anaknya
dipondokkan)
Anakku,
Tentu engkau merasa sedih jauh dari kami
Ayah ibumu
Anakku,
Pastilah kami tahu saat engkau sakit di sana , engkau terpikirkan kami. Engkau sedih sebab ibumu yang tahu bagaimana memanjakanmu
Nak,
Ingin aku memberitahumu sesuatu
Hingga Allah izinkan ayahmu ini menuliskan ini kepadamu
Anakku,
Engkau tidak sedang diasingkan
Engkau tidak sedang dibuang
Engkau tidak sedang dijauhkan
Anakku,
Engkau tahu seorang Ibrahim mempertaruhkan nyawa anaknya demi cintanya kepada Allah
Ayah ibumu mencintaimu, tetapi cinta kepada Allah jauh lebih tinggi yang menyebabkan kami mempercayakanmu kepada Allah melalui rumahnya bernama pesantren
Anakku,
Rasa malas belajar terkadang datang
Rasa bosan terkadang datang
Saat engkau berada di pondok
Percayalah,
Semua mengalaminya
Tidak ada hadiah tanpa ujian anakku
Anakku
Menjadi keluarga Allah
Menjadi keluarga penghapal Al Quran
Adalah cita-cita dengan biaya mahal
Anakku
Kau tahu biayanya
Ini Nak,
Setiap hari wajahmu terbayang
Air mata menetes memikirkan dirimu
Doa dari mulut dan hati kami selalu kepadamu
Bahkan saat menuliskan ini , ketahuilah anakku
Wajahmu hadir kembali, tangis takkuasa ayah bendung.
Tahu tidak anakku?
Bayangan mahkota surga darimu
Yang menyabarkan
Yang membantu ikhlas
Kami
Ayah ibumu mencintaimu
Teruskan cita-citamu di sana
Lanjutkan perjuanganmu
Kami selalu ada untukmu
Percayalah para Ustadz mencintaimu
Mereka menggantikan peran kami
Kami mencintai mereka
Semoga hanya firdauslah balasan paling layak buat mereka
Kami tahu lelah mereka
Semoga Allah membaikkan hidup di dunia dan akhirat mereka, para gurumu, para ustadz-ustadzahmu
Alfatihah
Salam sayang ya Nak
I miss you very much
Ayahmu Risnaldi Sikumbang
Ibumu Nurmaini Manday
NB: walisantri yth, jika kita sehati, Semoga anak-anak kita hapal 30 juz Al Quran dengan mutqin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar